Selasa, 20 Januari 2015

Lima menit

aku meminta lima menit terakhir kali.
setelah 5 menit lima menit sebelumnya aku langkahi.
Ayah berulang kali mengingkatkan bahwa aku harus segera mandi, makan dan siap siap pergi.

Sejak senen kemaren aku mau ke Dine and Chat. Makan pizza.
Pizza yang bisa menekan kerinduanku pada jogja, pada ilmundo khususnya.

Pizza bernama "European Favorite". Ditaburi segala bentuk protein hewani dan keju beserta keistimewaannya. Dan yang terpenting, rotinya tipis.

Cukup memuaskan kerinduanku pada Ilmundo. Walaupun lebarnya hampir separuh dari Ilmundo.

Dan yang menyenangkan, kedatanganku ke Ilmundo juga akan bertemu dengan Indah, mbak Ana, Ubay dan Eko. Mereka para pembunuh waktu.

Setelah menyelesaikan lima lembar perhari untuk tulisanku hari ini. Maka aku terbebas.
Ya, aku sedang  benar benar serius menyelesaikan sebuah buku. Aku benar benar serius. Perhari lima lembar. Dan selesai bulan depan. 28 hari lagi dari sekarang.

Sudah dulu, aku harus pergi.
Dah.

minum

banyakin minum.
iye, udah. banyakin minum aja.


Minggu, 18 Januari 2015

Doa

Besok adalah peringatan seminggu tanpa obat.
Jadi, berawal dari keyakinan seluruh anggota keluarga kalau saya bisa sembuh. Dan saya yakin ada yang salah dari penetapan saya sebagai penerima CKD sepanjang hidup saya. Maka,saya dan keluarga membuat sebuah keputusan besar. Keputusan yang memiliki dua kemungkinan bertolak belakang. Saya benar benar bisa kuat dan sembuh, atau saya harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Alhamdulillah.. berita baiknya adalah, tidak ada satu hal burukpun terjadi pada saya. Saya masih menghabiskan empat film, seperempat bagian novel, sekaleng bear brand, sebuah pisang goreng, segelas cendol santan, dan dua sendok madu, serta 2 botol air zam zam untuk hari ini.

Dan, Alhamdulillah tidak ada hal buruk yang terjadi pada saya berkenaan dengan kesengajaan saya melepaskan diri dari pengaruh sekotak obat obatan yang di simpan rapi di tupperware warna hijau kesayangan mama. Ketakutan saya pada seluruh tulang belulang yang serasa lunak dan menyakitkan juga tidak terjadi, walaupun saya tidak menggigit pil kalsium seperti biasanya, tulang saya masih baik baik saja dan tetap ditempatnya.

Obat asam folat dan beberapa suplemen penambah darah lainnya juga sudah tidak saya makan. Semua, semua obat obatan sudah seminggu ini tidak saya telan ke lambung. Dan mau tau apa hasil labnya?

Mengagumkan.
Dihari ke empat, tepatnya kamis kemarin. Saya sengaja meminta perawat mengambil satu botol kecil sampel darah. Perawat menyedot darah saya lewat selang yang sudah terpasang ketika momen cuci darah baru berjalan. Ayah langsung membawanya ke apotik terdekat, dan kembali pulang ke ruang cuci darah dengan mata yang cukup berbinar. Hasil 3 tesnya masih raport merah semua, tapi sangat menakjubkan. Asam urat saya bernila 6,4. artinya 0,8 angka lagi menuju stabil. Ureum berjumlah 100, well masih harus memotong banyak makanan beracun. Dan yang menyenangkan adalah, kreatinin saya turun 5 angka dalam waktu 4 hari. Bayangkan, hari senen sebelumnya kreatinin saya di angka 10. Dan kamis kemaren turun hingga angka 5. Maka, kira kira berapa angka kreatinin saya besok? yah yah.. saya juga penasaran. Tebakan saya, kemungkinan kreatinin saya besok 2,5 sampai 3. Dan untuk mencapai normal, nilai yang tepat adalah 0,5 sampai 1. Artinya, kesembuhan itu bisa jadi kenyataan, artinya.. Tidak ada yang perlu dipercaya selain perkataan Allah. Setiap penyakit, ada obatnya, kecuali tua dan mati. 


Sejujurnya, saya bukan tidak percaya dokter. Hanya untuk saat ini, saya yakin bahwa apa yang Nabi Muhammad contohkan harus menjadi keyakinan saya untuk sembuh. Setiap hari sejak seminggu ini, saya memakan buah kurma minimal 3 butir perhari. Menelan 2 sendok madu perhari. 1 botol air zam zam. Dan kemarin, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya di bekam.

Semua pengobatan saya kembali ke pengobatan di zaman nabi. Kurma, madu, air zam zam dan bekam. Dan hey, bekam tidak menyakitkan, sama sekali. Tadinya saya fikir saya akan kehilangan banyak air mata sepanjang bekam. Membayangkan kulit saya di tusuk oleh jarum kecil di banyak tempat di pundak. Membayangkan pedihnya ketika darah saya tersedot keluar dari lubang yang dibolongi oleh jarum jarum pesakitan. Ternyata? Geli. Rasa ditusuk tidak lebih dari sekedar geli. Hanya geli, tidak lebih. Ah, harus ada yang memberi tahukan ini pada dunia. Bahwa di bekam tidak sakit, sama sekali.

Besok saya akan kembali cuci darah, mohon doanya agar besok hasil labnya semakin baik. Dan saya bisa mengurangi jumlah kunjungan saya kerumah sakit khususnya ke ruang HD (cuci darah) menjadi seminggu sehari, berlanjut ke sepuluh hari sekali, dua minggu sekali, dan seterusnya. 

Maka, satu satunya yang bisa mengubah nasib adalah doa.
dan saya percaya, Allah mulai menjawab doa Mama dan Ayah.




Kamis, 15 Januari 2015

Nama salah tempat

dua kaleng susu bear brand. Yang isinya sama sekali bukan susu beruang. Aku hanya melihat Sandi meminum satu kaleng, dan aku sempat meminta sedikit susu itu. Kaleng satunya lenyap dari pandangan mata. Tau tau sudah ada dua kaleng susu bear brand kosong di sebelah botol aqua plastik yang juga hampir kosong.

Setiap hari aku minum aqua. Sehari hampir 1,5 liter, itu belum termasuk 350 air rebusan sarang semut papua. Dan lagi lagi sarang semut papua itu bukan sarang semut yang sesungguhnya. Sarang semut papua adalah nama sebuah tanaman yang sepertinya benalu tetapi bentuknya seperti sarang lebah tak beraturan. Air rebusan itu ada di botol hijau, tidak jauh dari sekotak kurma.

Kurma, satu satunya buah yang saya makan saat ini. Hampir tidak pantas disebut buah. Lebih tepat disebut kue manis kurma. Tapi karena asalnya memang dari buah, jadi disebut buah kurma.

ada juga uang 150 ribu, tergeletak kurang untuk membeli keyboard pasangan tablet sandi yang akan dihibahkan kesaya. Ada keinginan kuat untuk memecahkan satu lembaran lima puluh ribuan untuk sekotak kecil ice cream yang dijual di sebelah rumah. Tapi masih dipertimbangkan karena sepagi ini sudah menghabiskan dua puluh ribuan untuk cemilan kue yang baru disentuh 5%.

Di kulkas ada puding yang mama fikir itu agar agar. Diplastiknya tertulis yoghurt, jadi mungkin itu puding yogurt dalam bentuk agar agar atau agar agar rasa yogurt. Tapi warnanya seperti puding, mungkin puding yogurt serasa agar.


Ada banyak penamaan yang tidak pada tempatnya didunia ini. Susu beruang, Sarang Semut Papua, buah kurma, dan ambigu agar puding yogurt. Yang sama cuma satu, sama sama ditelan.

Ada banyak nama yang tidak pada tempatnya

Kamis, 08 Januari 2015

Random Entri

oh, jadi ini rasanya kena serangan alergi dari transfusi darah.
Seakan ada daun serai yang diselundupkan tiba tiba dibawah baju dan celana jeans.
Atau seperti korban dari santapan makan malam para nyamuk nyamuk hutan kelaparan.
Lambat lambat ada benjolan merata di seluruh permukaan kulit, semakin melebar benjolannya, semakin panas juga rasa gatalnya.

oh, jadi ini rasanya alergi.

Ini kali pertama saya alergi, jatuh dikantong darah ke enam selama 2 bulan ini. Biasanya, saya paling anti sama suntik hemapo(suntik zat besi untuk mempertahankan HB)  yang disuntikan di lengan kiri. Tapi, rasa rasanya setelah kejadian hari ini, saya harus belajar ikhlas dan berani untuk disuntik hemapo. Biar tidak perlu transfusi darah. Lagi pula harga darah sekantong mahal, mending beli buku yang didiskon di gramedia.

Hari ini hari cuci darah yang ke-14. Kata pasien sebelah, "lama lama, hitunganmu akan banyak dan kamu bakal melupakan momen menghitung 'ini cuci darah yang keberapa?'. Saat ini, saya masih berharap tidak ada hari annivesary dalam peringatan cuci darah. Jadi, sekedar ingin menikmati saja hari hari menghitung cuci darah. 

Setiap kali lewat jembatan deket rumah, saya langsung beristigfar dan menguatkan hati, " Ya Allah.. pahala saya pasti banyak, kan saya bisa ikhlas digoda sama durian durian perawan ini." Tak tanggung tanggung, jalan arah jembatan yang harus saya lewati setiap hari itu adalah salah satu pasar durian terbesar, terpanjang, dan termenggiurkan yang ada di Bengkulu. Dan karena saya adalah mantan pecandu durian kelas berat yang sekarang diharamkan makan durian, maka, semoga setiak tarikan istighfar yang saya keluarkan ketika durian durian itu berpose tidak senonoh menjadi jalan pahala bagi saya,  

Jadi, kreatinin saya turun. Yang tadinya 12,7 sekarang 9,2. Ureum yang tadinya 170 sekarang 68. Alhamdulillah.. slow progress.. tapi sungguh, ini luar biasa... saya hanya perlu bersabar, sebentar lagi.. sebentar lagi :)





Kamis, 01 Januari 2015

2015

Ini akan menjadi tahun yang berbeda.
Resolusi tak terhingga yang berbaris teratur jika GGK(Gagal Ginjal Kronis) berubah menjadi GGA(Gagal Ginjal Akut)
Masih ada 5 minggu terakhir, sebelum semua vonis dari dokter yang "sangat menyenangkan" itu berubah.

Kalaupun GGK ku membutuhkan lebih banyak minggu dari 5 minggu, aku juga akan tetap menunggu. Menunggu sampai ia benar benar mau menjalankan fungsinya sesuai yang seharusnya. Aku akan tambahkan bulan februari sebagai bulan penyembuhannya. Jika belum cukup, semoga akan benar benar tuntas di bulan Maret.

Aku tak merasa terpancing ketika dokter menyatakan bahwa ginjal ku sudah benar benar melakukan pengkhianatan abadi. Aku lebih mengenal ginjalku dari pada dokter itu. Aku lebih tau apa yang dirasakannya dan apa yang bisa ia lakukan. Ginjalku tak sepayah yang dibayangkan dokter putus asa itu, Aku bisa merasakannya. Bukankah dia sudah bercokol dan menjadi teman hidupku sepanjang 22 tahun ini? Aku tahu dan aku yakin dengan keyakinanku,


Bukankah keyakinan adalah jalan pembuka kesehatan?
Dan kalaupun masih perlu mendapatkan perawatan, aku tak merasa sakit.
Rasa rasanya, tak ada jarak antara aku dan kesembuhan.
Chronic Kidney Disease ini hanya status, tapi tak mempengaruhi apapun dariku.
Hanya perlu sedikit siksaa 4,5 jam dikali 2 selama seminggu.
Hanya perlu menahan 24 butir kapsul dan 11 tablet pil tanpa harus merasa kenyang.
Hanya bisa makan nasi, ikan, sambal dengan minyak zaitun dan kerupuk palembang.
Dan hanya tak perlu melirik orange jus dan kelapa muda yang segar.
Terakhir, belajar untuk mati rasa ketika jarum besar dyalisis mulai menusuk kulitku yang di jadikan papan sasaran berkali kali.


Aku tau ginjalku tak sepayah yang para dokter katakan,
Aku yakin







Selasa, 23 Desember 2014

Mutasi

Tadinya kupikir akan memulai paragraf pertama ini dengan begitu banyak kata suntikan, darah, sakit, transplantasi, dan hal hal penyakitan lainya. Tapi rasanya terlalu membosankan. Aku bermutasi menjadi tika yang baru. Dengan kesibukan, kebiasaan, dan perasaan yang baru. Berusaha mengelabui keterbatasan dan menumpuk begitu banyak wish list dalam sebuah kotak dan berencana mencoretnya perlahan lahan. Sesekali mensyukuri begitu banyak pencapaian semua teman, dan berbisik sangat pelan, Alllah akan memberikan bagian cerita hebatku diwaktu yang tepat


sekarang tugasku adalah bersyukur,
percaya kalau Allah memberikan waktu istirahat sebelum kembali banyak berbuat,

Salam,